Category Archives: Al-Quran

Ciri Orang Munafik dalam Alquran

“A mind is like a parachute, it works when it’s open” – Frank Zappa

Sungguh sifat dan orang munafik merupakan sifat sangat tercela. Alih-alih terlihat baik di depan, ternyata menusuk dari belakang. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam senantiasa menjelaskan keburukan-keburukan serta akibat dari sifat tersebut. Salah satunya, Firman Allah ta’ala:

…”Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisaa : 140).

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu pada tingkat yang paling bawah dari neraka… Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka..” (QS An Nisaa : 145)

“……Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandarkan. Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang bertubuh bagus.” (Shahih Muslim No.4976)

Tidak-kah kita takut jika terjangkit sifat tersebut?

 

Lalu bagaimana cara mengenali sifat tersebut agar kita terhindar darinya?

Alhamdulillah, Allah telah menurunkan Alquran sebagai obat bagi segala sesuatu, termasuk obat bagi penyakit jiwa.

Firman Allah ta’ala surat An Nisaa Ayat 138 – 140:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعًا
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللّهِ يُكَفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلاَ تَقْعُدُواْ مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُواْ فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Artinya : “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisaa : 138 – 140)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna dari firman Allah swt بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih” yaitu bahwa orang-orang munafik yang memiliki sifat :

(1) beriman kemudian kafir maka hati mereka tertutup kemudian Allah mensifatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung dengan meninggalkan orang-orang beriman artinya bahwa mereka (orang-orang munafik) pada hakekatnya bersama mereka (orang-orang kafir),

(2) memberikan loyalitas dan kasih sayangnya kepada mereka lalu jika bertemu dengan mereka maka orang-orang munafik itu mengatakan,”Sesungguhnya kami bersama kalian, sesungguhnya kami hanya mengolok-olok orang-orang beriman dengan penampilan kami yang seolah-olah sejalan dengan mereka.”

Itulah gejala dan tanda dari sifat munafik. Kenalilah dan identifikasi agar kita terhindar darinya.

 

Kekuatan, Kebaikan, Perbaikan, Semua dari Allah

Banyak yang kemudian dari kita mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin kita dengan alasan: bukankah mereka lebih baik, dan tak ada muslim yang lebih baik? Akhirnya, mereka merelakan kaum muslimin dipimpin oleh orang-orang kafir. Prasangka yang amat jauh dari kebenaran. Apakah kehebatan dan kekuatan itu milik orang kafir tersebut, ataukah Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Lihatlah, Allah subhana wata’ala mengingkari pemberian loyalitas mereka (orang-orang munafik) kepada orang-orang kafir dengan أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ “Apakah mereka (orang-orang munafik) mencari kekuatan di sisi orang-orang kafir?” kemudian Allah subhana wata’ala memberitahukan bahwa izzah (kekuatan) seluruhnya adalah milik Allah saja dan tak satu pun yang menyertainya dan juga milik orang-orang yang diberikan oleh-Nya, sebagaimana firman-Nya di ayat lain :

Artinya : “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.” (QS. Fathir : 10)

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الْأَعَزُّ مِنْهَا الْأَذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : “Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari padanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.” (QS. Al Munafiqun : 8)

 

Lihatlah Realita

Allah ta’ala sudah patahkan argumen orang-orang munafik yang mengatakan orang-orang kafir lebih baik. Lalu bagaimana realita di lapangan? Silakan lihat berita ini.

Disebutkan bahwa di Kalimantan Tengah dimana Gubernurnya seorang non muslim padahal mayoritas masyarakatnya Muslim, para pejabat publik muslim dicopot dan digantikan yang non muslim, gereja-gereja dibangun tanpa sebab, dan sebagainya. Atau lihatlah bagaimana mereka meng-akali pelelangan ujian Kepala Sekolah demi naiknya kepala-kepala sekolah yang kafir? Silakan lihat disini.

Atau lihatlah bagaimana Masjid Amir Hamzah di TIM dibongkar dan direncanakan dijadikan gedung kesenian. Silakan lihat disini.

 

Memohon Pertolongan Allah

Kita telah ketahui bahwa musibah dan cobaan itu adalah ketetapan Allah. Maka ketahui juga bahwa musibah dan cobaan itu hanya Allah lah yang bisa menghilangkannya. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri” (QS. Al An’am: 17).

Jika pada hakikatnya hanya Allah-lah yang dapat menghilangkan segala kemudharatan, maka orang yang berfikir waras dan logis, tentu akan meminta tolong kepada Allah dari segala kesulitan dan kesusahan serta bergantung pada-Nya.

Adapun orang yang meminta tolong kepada sesembahan-sesembahan selain Allah ketika mendapat musibah, ia adalah orang yang durhaka kepada Allah akibat hatinya lalai dari berdzikir kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَـٰهٌ مَعَ اللَّـهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)” (QS. An Naml: 62)

 

Semoga Allah menyatukan umat islam dan menolong kita dari orang-orang munafik dan orang-orang kafir..

Aamiin..

————

Referensi:

1. http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/tafsir-surat-an-nisa-138-140.htm#.UzDWwSg-a01

2. http://kangaswad.wordpress.com/2014/01/04/meminta-pertolongan-hanya-kepada-allah/

Advertisements

Keutamaan Membaca Al-Kahfi pada Malam Jumat

Manhajtarbiyah

Malam dan hari Jum’at dalam Islam adalah malam dan hari yang istimewa. Hari itu adalah hari dimana nabi Adam ‘alaihisallam diciptakan dan diwafatkan, dan berbagai keutamaan lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . ” (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus

Maka, terdapat amalan-amalan yang dianjurkan pula untuk diamalkan pada waktu itu. Salah satunya adalah membaca surat Al-Kahfi (surat ke-18). Surat ini termasuk ke dalam surat makkiyyah dan berisi 110 ayat. Perlu diingat, bahwa para ulama, mengenai waktu membacanya, mengatakan tidak hanya saat malam saja, tetapi juga pada hari jumat sampai terbenamnya matahari. Mengenai keutamaan atau faedahnya, adalah:

Disinari Cahaya di Antara Dua Jum’at

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” (HR. Hakim) [1]

Diampuni Dosanya di antara Dua Jumat

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” [2]

Dilindungi dari Fitnah Dajjal

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya.” (HR Muslim)

Syafaat Para Hari Kiamat

Ini tidak hanya berlaku pada membaca surat Al Kahfi saja. Namun membaca ayat Alquran secara umum. Dalilnya,

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti memberi syafaat bagi orang yang membacanya.” (HR. Muslim).

Ditempatkan Bersama Malaikat dan Mendapat Dua Pahala

Ini juga keutamaan membaca Alquran secara umum, tidak terbatas pada surat al kahfi dan pada hari Jum’at saja. Dalilnya adalah,

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

”Orang yang pandai membaca Al-Qur’an akan ditempatkan bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji. Adapun orang yang terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (HR Bukhari & Muslim).

Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Barangsiapa yang membaca satu huruf Kitabullah maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, tapi alif itu satu huruf (H.R at-Tirmizi)

Semoga dengan ini bisa menjadi penyemangat kita semua untuk dapat mengamalkan sunnah yang ringan, namun memiliki balasan yang besar. Tentu akan lebih baik, jika amalan ini menjadi amalan yang dilaksanakan tidak hanya sesekali, namun terus-menerus dan menjadi kebiasaan.

Wallahu a’lam
ManhajTarbiyah

————————
Footnote:

[1] HR. Al-Hakim: 2/368, beliau berkata bahwa sanad hadits ini shahih, dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.”

[2] Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al-Tarhib: 1/298)